Bandung punya banyak tempat nongkrong dengan konsep unik. Tapi ada satu tempat yang tidak sekadar menawarkan minuman atau musik sebagai pelengkap: Peels Records & Bar.
Berlokasi di kawasan Dago, tempat ini menggabungkan record store, listening room, dan cocktail bar dalam satu ruang. Konsep tersebut membuat Peels Records menjadi salah satu tempat yang menarik bagi penikmat musik, kolektor vinyl, maupun wisatawan yang ingin merasakan sisi kreatif Bandung.
Dari Kecintaan pada Musik Fisik
Peels Records mulai hadir di Bandung pada 2021 dengan konsep yang cukup berbeda dari bar pada umumnya.
Tempat ini dibangun sebagai ruang untuk mendengarkan musik, berbincang, dan menikmati koleksi piringan hitam. Musik tidak hanya menjadi suara latar, tetapi menjadi bagian utama dari pengalaman pengunjung.
Pilihan musiknya juga cukup beragam. Koleksinya mencakup berbagai genre seperti disco, Italo, funk, boogie, jazz, hingga city pop dari berbagai negara. Koleksi rilisan Indonesia juga menjadi salah satu fokusnya.
Berada di Bangunan dengan Sejarah Bandung
Salah satu hal menarik dari Peels Records adalah lokasinya.
Tempat ini berada di sebuah bangunan bergaya kolonial yang telah dipertahankan dan diadaptasi menjadi ruang kreatif. Karakter bangunan tersebut kemudian menjadi bagian dari atmosfer Peels Records.
Alih-alih menghilangkan karakter lama bangunan, desain Peels justru merespons bentuk dan keterbatasan ruang yang sudah ada.
Hasilnya adalah perpaduan antara arsitektur lama dengan interior yang lebih modern dan retro.
Warna Oranye yang Jadi Identitas
Salah satu elemen yang paling mudah dikenali dari Peels Records adalah penggunaan warna oranye yang cukup kuat.
Interiornya memiliki nuansa retro yang terinspirasi dari estetika era 1970-an. Warna, furnitur, pencahayaan, dan elemen dekorasi dibuat untuk membangun suasana yang intim sekaligus berbeda dari bar pada umumnya.
Bahkan area record store dibuat dengan karakter visual yang berbeda dari area bar dan listening room.
Perbedaan tersebut membuat pengunjung seperti berpindah dari sebuah toko musik menuju ruang mendengarkan musik yang lebih immersive.
Listening Room Jadi Jantung Pengalaman
Bagi penikmat musik, bagian paling menarik tentu saja listening room-nya.
Peels menggunakan perangkat audio yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan vinyl secara lebih serius. Saat pertama dibuka, tempat ini menggunakan speaker JBL 4315 vintage, mixer Mastersound RADIUS4, serta turntable untuk memainkan koleksi piringan hitam.
Dengan konsep seperti ini, pengunjung tidak hanya datang untuk mendengar lagu.
Mereka diajak untuk mendengarkan musik sebagai sebuah pengalaman.
Vinyl Bukan Sekadar Koleksi
Di era ketika hampir semua musik bisa didengarkan melalui layanan streaming, keberadaan record store seperti Peels menjadi menarik.
Vinyl menawarkan pengalaman yang berbeda.
Ada proses memilih album, melihat sampulnya, membaca informasi rilisan, hingga menempatkan piringan di turntable sebelum musik dimainkan.
Bagi kolektor, proses tersebut merupakan bagian dari kesenangan.
Sementara bagi pengunjung yang tidak terbiasa dengan vinyl, Peels bisa menjadi tempat untuk mengenal kembali bagaimana musik pernah dinikmati sebelum era streaming.
Musik dan Minuman Berjalan Bersama
Peels Records juga membawa konsep cocktail bar ke dalam pengalaman mendengarkan musik.
Minuman menjadi bagian dari suasana, bukan sekadar tambahan dalam menu. Bahkan, konsep cocktail-nya memiliki sentuhan yang selaras dengan identitas musik dan visual tempat tersebut. Salah satu contoh yang pernah diperkenalkan adalah Yellow Submarine, nama yang juga mengacu pada budaya musik populer.
Perpaduan musik, desain, dan minuman membuat Peels terasa lebih seperti sebuah pengalaman malam daripada sekadar tempat nongkrong.
Ruang Kecil yang Justru Membuat Suasananya Intim
Peels Records tidak mengandalkan ruang yang besar.
Karakter ruang yang relatif intim justru menjadi bagian dari pengalaman. Pengunjung dapat duduk lebih dekat dengan bar, mendengarkan musik, dan menikmati suasana tanpa terasa seperti berada di venue musik berkapasitas besar.
Kondisi ini juga membuat tempat tersebut lebih cocok untuk pengunjung yang ingin menikmati musik dan berbincang dalam kelompok kecil.
Peels Records dan Bandung sebagai Kota Kreatif
Kehadiran Peels Records juga memperlihatkan salah satu karakter menarik Bandung sebagai kota kreatif.
Di kota ini, ruang komersial tidak selalu dibangun hanya untuk menjual produk. Ada tempat yang mencoba menjual pengalaman, komunitas, dan identitas secara bersamaan.
Peels Records menjadi contoh bagaimana musik dapat menjadi inti dari sebuah ruang hospitality.
Pengunjung datang bukan hanya karena ingin minum cocktail, tetapi karena ingin menikmati musik, melihat koleksi vinyl, merasakan desain ruang, atau sekadar menjadi bagian dari atmosfernya.
Dari Bandung hingga Bali
Konsep Peels kemudian berkembang ke Bali. Outlet keduanya dibuka di kawasan Pererenan pada 2022 dengan tetap membawa identitas Peels, tetapi menggunakan pendekatan desain yang disesuaikan dengan lokasinya.
Namun, Bandung tetap menjadi bagian penting dari cerita awal Peels.
Di sinilah konsep record store, sound room, dan bar pertama kali dipadukan menjadi satu pengalaman.
Kenapa Peels Records Menarik untuk Wisatawan?
Bagi wisatawan, Peels Records menawarkan jenis pengalaman yang berbeda dari itinerary Bandung pada umumnya.
Tidak perlu datang hanya untuk mencari destinasi yang “Instagramable”.
Tempat seperti Peels lebih menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi kreatif dan musik kota Bandung.
Apalagi bagi mereka yang menyukai vinyl, musik retro, desain interior, dan suasana malam yang lebih intimate.
Peels bisa menjadi salah satu destinasi alternatif setelah mengeksplorasi kawasan Dago dan pusat kota Bandung.
Peels Records menunjukkan bahwa musik bisa menjadi lebih dari sekadar hiburan.
Di tempat ini, vinyl, sound system, desain ruang, cocktail, dan bangunan lama Bandung dipertemukan menjadi satu pengalaman.
Itulah yang membuat Peels Records menarik.
Bukan karena tempatnya harus ramai atau besar, tetapi karena ia memiliki karakter yang kuat.
Dan bagi wisatawan yang ingin melihat Bandung dari sisi yang lebih kreatif, mungkin perjalanan tidak selalu harus berakhir di tempat wisata populer.
Kadang, sebuah ruang kecil dengan piringan hitam dan musik yang tepat justru bisa menjadi cara lain untuk mengenal sebuah kota.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
