Kalau membicarakan bangunan bersejarah di Bandung, kawasan Braga dan Asia Afrika mungkin menjadi nama yang paling sering muncul. Namun, di bagian utara kota terdapat sebuah bangunan yang tidak kalah menarik untuk dikenal.
Namanya Villa Isola.
Bangunan berwarna putih dengan bentuk yang khas ini berada di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Dr. Setiabudhi. Saat ini Villa Isola digunakan sebagai Gedung Rektorat UPI dan dikenal juga dengan nama Bumi Siliwangi.
Meski sekarang berada di lingkungan kampus, bangunan ini menyimpan perjalanan sejarah yang cukup panjang sejak masa kolonial hingga menjadi bagian dari perkembangan pendidikan tinggi di Bandung.
Dibangun pada Tahun 1933
Villa Isola mulai dibangun pada tahun 1933 atas rancangan arsitek Charles Prosper Wolff Schoemaker. Bangunan ini awalnya dimiliki oleh Dominique Willem Berretty, seorang tokoh media pada masa Hindia Belanda.
Sejak awal, Villa Isola memang dirancang sebagai bangunan yang cukup istimewa. Lokasinya berada di kawasan yang lebih tinggi di bagian utara Bandung sehingga pemandangan di sekitarnya menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan villa.
Arsitekturnya juga memperlihatkan gaya Art Deco yang cukup kuat, dengan bentuk bangunan yang simetris, garis horizontal, balkon melengkung, serta susunan lantai yang bertingkat.
Arsitektur yang Jadi Daya Tarik
Salah satu hal yang membuat Villa Isola mudah dikenali adalah bentuknya.
Bangunan utama memiliki bentuk yang terlihat seperti bertingkat ke atas dengan bagian tengah yang lebih tinggi. Balkon dan jendela dibuat mengikuti bentuk lengkung sehingga memberikan kesan modern untuk bangunan yang dibangun pada awal 1930-an.
Menariknya, desain Villa Isola tidak hanya mengambil inspirasi dari arsitektur modern. Schoemaker juga memasukkan konsep tradisional dan filosofi Jawa ke dalam perancangannya.
Orientasi bangunan dibuat mengikuti sumbu utara-selatan, sementara taman di bagian depan mengarah ke kawasan Gunung Tangkuban Perahu.
Hasilnya adalah bangunan yang terlihat modern pada zamannya, tetapi tetap berusaha menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.
Dari Villa Pribadi hingga Gedung Rektorat
Perjalanan Villa Isola tidak berhenti sebagai rumah pribadi.
Setelah tidak lagi digunakan sebagai kediaman Berretty, bangunan ini sempat menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Dalam perjalanan sejarah berikutnya, Villa Isola juga mengalami perubahan fungsi dan akhirnya menjadi bagian dari institusi pendidikan.
Bangunan ini kemudian digunakan oleh IKIP Bandung, yang sekarang dikenal sebagai Universitas Pendidikan Indonesia.
Perubahan fungsi tersebut membuat Villa Isola memiliki hubungan yang cukup kuat dengan sejarah pendidikan di Bandung. Saat ini, bangunan tersebut digunakan sebagai Gedung Rektorat UPI dan dikenal sebagai Bumi Siliwangi.
Pernah Menjadi Bagian dari Sejarah Perang
Di balik tampilannya yang elegan, Villa Isola juga pernah melewati masa yang tidak mudah.
Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini sempat digunakan sebagai tempat tinggal sementara Jenderal Hitoshi Imamura menjelang Perjanjian Kalijati pada 1942.
Beberapa tahun kemudian, bangunan tersebut juga mengalami dampak dari situasi konflik di Bandung. Jejak sejarah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Villa Isola sebelum akhirnya kembali digunakan untuk kepentingan pendidikan.
Karena itu, bangunan ini bukan hanya menarik dari sisi arsitektur. Setiap perubahan fungsi dan peristiwa yang pernah terjadi di dalamnya membuat Villa Isola menjadi bagian dari cerita perjalanan Bandung.
Ada Makna di Balik Nama Isola
Nama “Isola” juga memiliki cerita tersendiri.
Di bagian bangunan terdapat ungkapan “M’Isolo E Vivo”, yang secara umum dimaknai sebagai “menyendiri untuk bertahan hidup”.
Ungkapan tersebut berkaitan dengan karakter Berretty dan konsep awal Villa Isola sebagai tempat tinggal yang berada relatif jauh dari keramaian kota.
Menariknya, kalimat tersebut masih menjadi salah satu bagian yang sering dibicarakan ketika membahas sejarah Villa Isola.
Bukan Sekadar Tempat Foto
Dengan bentuk bangunan yang unik, Villa Isola memang terlihat menarik untuk fotografi. Fasad putih, taman, tangga, dan kolam di bagian depan membuat bangunan ini memiliki karakter visual yang kuat.
Namun, kalau hanya melihatnya sebagai latar foto, ada banyak cerita yang mungkin terlewat.
Villa Isola memperlihatkan bagaimana arsitektur, sejarah, dan perkembangan sebuah kota bisa bertemu dalam satu bangunan. Dari rumah pribadi pada masa kolonial, melewati berbagai perubahan fungsi, hingga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan UPI.
Karena itu, mengenal Villa Isola bisa menjadi salah satu cara untuk melihat Bandung dari sisi yang berbeda.
Heritage yang Masih Hidup
Salah satu hal menarik dari Villa Isola adalah bangunan ini tidak hanya menjadi peninggalan sejarah yang diam.
Pada 2026, UPI masih memasukkan Villa Isola sebagai salah satu titik dalam kegiatan edukasi heritage. Pengunjung dapat mengenal sejarah bangunan tersebut sekaligus melihat bagaimana kawasan heritage tetap menjadi bagian dari lingkungan pendidikan hingga sekarang.
Hal ini menunjukkan bahwa bangunan bersejarah tidak selalu harus dipisahkan dari kehidupan modern. Justru dengan tetap digunakan dan diperkenalkan kepada generasi baru, cerita di balik bangunan tersebut bisa terus dikenal.
Menemukan Sejarah di Utara Bandung
Villa Isola menjadi contoh bahwa perjalanan wisata di Bandung tidak selalu harus berakhir di tempat yang ramai atau destinasi alam.
Ada juga bangunan yang menyimpan cerita panjang dan bisa mengajak pengunjung melihat kembali perjalanan kota dari masa ke masa.
Dengan arsitektur Art Deco yang khas, sejarah yang panjang, dan lokasinya yang masih menjadi bagian dari lingkungan UPI, Villa Isola menjadi salah satu bangunan heritage yang menarik untuk dikenali.
Karena kadang, satu bangunan tua bisa menyimpan cerita tentang lebih dari satu zaman.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
