
Kalau ngomongin jajanan aci khas Sunda, dua nama ini pasti sering bikin bingung: cilok dan cimol. Sekilas mirip, sama-sama kenyal, sama-sama sering dijual di gerobak pinggir jalan. Tapi sebenarnya, keduanya punya karakter yang cukup beda.
Cilok adalah singkatan dari aci dicolok. Bentuknya bulat seperti bakso kecil, direbus, lalu disajikan dengan tusuk. Teksturnya lembut dan kenyal karena dimasak dengan cara direbus. Biasanya cilok disiram saus kacang, kecap, atau sambal, bahkan ada versi isi daging di dalamnya. Rasanya cenderung gurih dan sedikit lebih “berisi”.
Sementara itu, cimol adalah singkatan dari aci digemol. Sama-sama berbahan dasar tepung tapioka, tapi cara masaknya digoreng. Karena digoreng, bagian luarnya sedikit kering atau renyah, sementara dalamnya tetap kenyal. Cimol biasanya disajikan kering dengan taburan bubuk bumbu seperti balado, keju, atau pedas asin. Sensasinya lebih snacky dan sering bikin nagih.
Kalau disederhanakan, cilok itu tipe jajanan yang cocok dimakan santai, duduk, dan dinikmati dengan saus. Cimol lebih cocok buat camilan cepat yang bisa dimakan sambil jalan atau nongkrong. Satu lebih ke arah comfort food, satu lagi lebih ke arah street snack.
Menariknya, keduanya lahir dari kreativitas masyarakat Sunda dalam mengolah bahan sederhana jadi jajanan yang dicintai banyak orang. Dari bahan yang sama, hasilnya bisa beda karakter hanya karena teknik memasaknya berbeda.
Jadi sekarang sudah jelas ya. Cilok direbus dan biasanya pakai saus. Cimol digoreng dan identik dengan bumbu tabur. Sama-sama enak, tinggal kamu tim yang mana.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
