Singkatan Makanan yang Ada di Bandung, Ternyata Banyak Banget

Bandung itu bukan cuma kreatif soal fashion dan tempat nongkrong, tapi juga soal nama makanan. Banyak jajanan khasnya yang ternyata adalah singkatan. Unik, gampang diingat, dan akhirnya jadi identitas kuat kuliner kota ini.

Sebut saja cilok, singkatan dari aci dicolok. Dibuat dari tepung tapioka yang dibentuk bulat lalu direbus, kemudian disajikan dengan tusuk dan saus kacang. Namanya simpel, tapi langsung ngegambarin cara makannya.

Ada juga cimol, yang berarti aci digemol. Sama-sama berbahan dasar tapioka, tapi digoreng dan biasanya diberi bumbu tabur pedas atau keju. Bedanya cuma di teknik masak, tapi karakter rasanya langsung berubah.

Batagor mungkin jadi salah satu yang paling populer. Singkatan dari bakso tahu goreng, makanan ini memadukan tahu isi dan adonan ikan yang digoreng, lalu disiram saus kacang. Nama panjangnya jarang disebut, karena versi singkatnya sudah terlalu melekat.

Cuanki juga punya cerita. Konon berasal dari frasa cari uang jalan kaki. Isinya mirip bakso kuah dengan tahu, siomay, dan pangsit, dijual keliling. Nama uniknya justru bikin orang penasaran.

Jangan lupa colenak, kependekan dari dicocol enak. Ini adalah peuyeum bakar yang disajikan dengan saus gula merah dan kelapa parut. Namanya sederhana tapi langsung menjelaskan pengalaman makannya.

Menariknya, pola penamaan ini menunjukkan kreativitas bahasa yang khas Bandung. Singkat, playful, dan mudah viral bahkan sebelum era media sosial. Dari bahan sederhana sampai nama yang unik, kuliner Bandung selalu punya cara sendiri untuk bikin orang penasaran dan akhirnya ketagihan.

Kalau dipikir-pikir, mungkin ini juga salah satu alasan kenapa jajanan Bandung cepat melekat di ingatan. Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal cerita di balik namanya.

Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *