
Tiga tempat ini menarik karena masing-masing menawarkan pengalaman yang berbeda: kafe mungil dalam klinik gigi, restoran dengan suasana rumah, dan resto vintage yang sudah berusia puluhan tahun.
1. dr. Ells Coffee Clinic: Ngopi di Dalam Klinik Gigi
Bayangan klinik gigi biasanya identik dengan ruang tunggu dan kursi periksa. Namun, dr. Ells Coffee Clinic menawarkan konsep yang berbeda: kafe yang menyatu dengan klinik gigi.
Cabang terbarunya berada di Jl. Sukahaji No. 5, Sukasari. Area indoor-nya mungil, sementara area outdoor bergaya Skandinavia dengan perpaduan warna putih, abu-abu, dan biru kobalt menjadi daya tarik visualnya.
Menu yang tersedia antara lain es kopi susu, americano, matcha latte, egg tart, dan chocolate croissant. Harganya mulai dari Rp20 ribuan.
Yang membuat tempat ini menarik bukan hanya kopinya, tetapi bagaimana ruang yang awalnya identik dengan layanan kesehatan bisa dikemas menjadi tempat nongkrong yang nyaman.
2. Theo’s Wife Lois: Restoran dengan Suasana Seperti Rumah
Theo’s Wife Lois (TWL) di Jl. Progo No. 23 menawarkan konsep all-day dining dengan suasana yang terasa seperti rumah.
Restoran ini mengusung cerita fiksi tentang Theo dan Lois, dua solo traveler yang bertemu di luar negeri. Cerita tersebut menjadi bagian dari identitas tempat, termasuk konsep menu yang memadukan masakan western dan Asia.
Interiornya menggunakan palet beige dan soft pink. Di bagian belakang, terdapat area semi-outdoor bebas rokok dengan meja kayu, tanaman rambat, dan suasana halaman rumah.
Menu yang bisa dicoba antara lain Korean Dry Ramen, La Bella Burrata Pizza, dan Classic Beef Lasagna. Ada juga pilihan pastry seperti Jalapeno Cheese Bagels dan Parmesan Salt Bread.
TWL menarik karena pengalaman makan di sini tidak hanya dibangun dari makanan, tetapi juga dari suasana dan cerita yang menyertainya.
3. Tizi Restaurant and Cake Shop: Resto Vintage yang Bertahan Puluhan Tahun
Kalau dua tempat sebelumnya menawarkan konsep yang relatif baru, Tizi Restaurant and Cake Shop justru menarik karena sudah hadir sejak era 1970-an.
Berlokasi di Jl. Kidang Pananjung No. 3, Dago, restoran ini mempertahankan desain klasik-vintage dengan bangunan menyerupai rumah tua, taman di bagian tengah, serta furnitur antik.
Suasananya terasa nostalgik, tetapi bukan berarti makanannya hanya mengandalkan tampilan. Tizi dikenal dengan hidangan Eropa klasik seperti Wiener Schnitzel, Schaschlik, dan aneka steak.
Harga makanan mulai dari Rp90 ribuan, sedangkan minuman mulai dari Rp30 ribuan.
Tiga Tempat, Tiga Karakter Bandung
Ketiga tempat ini memperlihatkan bahwa daya tarik kuliner Bandung tidak selalu datang dari tempat yang baru viral.
Ada yang menarik karena konsepnya tidak biasa, ada yang menonjolkan cerita dan suasana, dan ada pula yang bertahan karena karakter bangunannya.
Buat 7SUMMITS Travelers, ketiganya bisa menjadi pilihan untuk mengenal sisi Bandung yang lebih beragam—mulai dari kafe mungil di Sukasari, restoran rumahan di Progo, hingga resto vintage di Dago.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
