Kalau berjalan di kawasan Jalan Braga, perhatian biasanya tertuju pada deretan bangunan tua dan suasana jalan yang menjadi salah satu ikon Kota Bandung. Namun, di antara bangunan tersebut ada satu gedung yang punya cerita cukup panjang, yaitu De Majestic.
Bangunan yang sekarang dikenal sebagai De Majestic ini dulunya merupakan bioskop yang menjadi salah satu tempat hiburan bergengsi di Bandung. Dari masa Hindia Belanda hingga sekarang, bangunan ini mengalami berbagai perubahan dan tetap menjadi bagian dari wajah kawasan Braga.
Awalnya Bernama Concordia Bioscoop
Sebelum dikenal dengan nama Majestic, bangunan ini memiliki nama Concordia Bioscoop. Gedungnya dirancang oleh arsitek terkenal Bandung, C.P. Wolff Schoemaker, dan dibangun pada dekade 1920-an.
Sebuah penelitian yang diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat Bioskop Majestic dibangun pada 1925 oleh Technisch Bureau Soenda dengan rancangan Wolff Schoemaker. Bangunannya menggunakan gaya Art Deco dengan sejumlah unsur lokal pada bagian ornamen.
Lokasinya juga cukup strategis karena berada di Jalan Braga dan berdekatan dengan Gedung Merdeka. Posisi tersebut membuat De Majestic menjadi bagian dari kawasan pusat kota yang sejak dulu menjadi salah satu area penting Bandung.
Pernah Jadi Bioskop Elite Bandung
Pada masa Hindia Belanda, bioskop bukan sekadar tempat untuk menonton film. Menonton film juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan, terutama kalangan berada.
Majestic kemudian dikenal sebagai salah satu bioskop elite di Bandung. Nama Majestic Theatre mulai populer digunakan sekitar 1937, menggantikan nama sebelumnya.
Bangunannya sendiri dibuat cukup menarik. Selain bentuk Art Deco yang menjadi ciri khas, terdapat ornamen yang memadukan pengaruh arsitektur Eropa dengan unsur lokal Nusantara.
Jadi, sejak awal De Majestic bukan hanya memiliki fungsi sebagai tempat hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan arsitektur dan kehidupan perkotaan Bandung.
Arsitektur yang Membuatnya Berbeda
Salah satu hal yang membuat De Majestic menarik adalah desain bangunannya.
Wolff Schoemaker dikenal sebagai salah satu arsitek yang banyak meninggalkan karya di Bandung. Pada De Majestic, karakter Art Deco terlihat pada bentuk dan detail bangunan, sementara beberapa ornamen justru mengambil inspirasi dari unsur lokal.
Perpaduan tersebut membuat gedung ini memiliki karakter yang berbeda dari bangunan bergaya Eropa murni.
Karena itulah, De Majestic tidak hanya menarik dari sisi sejarah perfilman, tetapi juga dari sisi arsitektur.
Dari Bioskop Menjadi Ruang Budaya
Seiring perubahan zaman, fungsi bangunan De Majestic juga ikut berubah. Gedung yang dahulu digunakan sebagai bioskop kemudian mengalami perjalanan fungsi hingga akhirnya digunakan sebagai ruang untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.
Perubahan tersebut membuat bangunan ini tetap memiliki kehidupan di tengah perkembangan kawasan Braga.
De Majestic menjadi contoh bagaimana bangunan bersejarah bisa tetap digunakan dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa harus kehilangan identitas sejarahnya.
Sekarang Resmi Menjadi Cagar Budaya
Nilai sejarah De Majestic semakin diperkuat pada 2026. Pemerintah Kota Bandung menetapkan bangunan De Majestic sebagai bangunan cagar budaya melalui Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 646/Kep.375-Disbudpar/2026.
Keputusan tersebut ditetapkan pada 7 Januari 2026 dan dipublikasikan oleh JDIH Kota Bandung pada Mei 2026.
Status ini menunjukkan bahwa De Majestic bukan sekadar bangunan lama yang kebetulan masih berdiri. Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang dianggap penting untuk dilestarikan.
Kenapa De Majestic Penting untuk Bandung?
De Majestic bisa dibilang menjadi salah satu contoh bagaimana perkembangan sebuah kota bisa terlihat melalui satu bangunan.
Dulu, orang datang untuk menonton film. Kawasan di sekitarnya menjadi pusat kehidupan perkotaan. Arsitekturnya merekam pengaruh zaman kolonial sekaligus adaptasi terhadap lingkungan lokal.
Sekarang, bangunan tersebut justru menjadi bagian dari upaya menjaga identitas sejarah Bandung.
Menariknya, De Majestic juga berada di kawasan yang memiliki banyak bangunan bersejarah lainnya. Berjalan di sekitar Braga dan kawasan Asia-Afrika membuat kita bisa melihat bagaimana berbagai bangunan dari masa berbeda masih berdampingan dalam satu kawasan kota.
Dari Tempat Hiburan Menjadi Bagian dari Identitas Kota
Perjalanan De Majestic menunjukkan bahwa sebuah bangunan bisa memiliki lebih dari satu cerita.
Dulu dikenal sebagai bioskop elite, kemudian mengalami perubahan fungsi, dan sekarang menjadi salah satu bangunan cagar budaya Kota Bandung. Perjalanan panjang tersebut membuat De Majestic tidak hanya penting bagi sejarah perfilman, tetapi juga bagi cerita perkembangan Kota Bandung.
Jadi, ketika melewati kawasan Braga dan melihat bangunan De Majestic, jangan hanya melihatnya sebagai gedung tua.
Di balik fasadnya ada cerita tentang bioskop, arsitektur, gaya hidup masyarakat kota, dan perubahan Bandung dari masa ke masa.
Karena kadang, cara paling sederhana untuk mengenal sejarah sebuah kota adalah dengan melihat bangunan yang masih bertahan di tengah perubahan zaman.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
