Kenapa Bandung Punya Banyak Bangunan Art Deco?

Kalau berjalan-jalan di Bandung, terutama di kawasan Braga, Asia Afrika, Dago, atau sekitar pusat kota, kamu mungkin sering melihat bangunan dengan bentuk yang terlihat sederhana tetapi tetap punya kesan mewah.

Ada garis-garis geometris, jendela tinggi, bentuk bangunan yang simetris, balkon melengkung, sampai ornamen yang terlihat modern untuk ukuran bangunan tua.

Gaya seperti ini dikenal sebagai Art Deco.

Menariknya, Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang punya banyak peninggalan arsitektur Art Deco. Jadi, kenapa gaya ini bisa begitu banyak ditemukan di Bandung?

Bandung Pernah Diproyeksikan Jadi Kota Penting

Salah satu alasannya berkaitan dengan perkembangan Bandung pada awal abad ke-20.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Bandung berkembang cukup pesat. Bahkan pernah ada rencana untuk menjadikan Bandung sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda menggantikan Batavia.

Rencana tersebut ikut mendorong pembangunan berbagai fasilitas kota. Jalan, kawasan permukiman, bangunan pemerintahan, hotel, toko, hingga fasilitas publik mulai berkembang.

Perkembangan kota yang sangat cepat membuat Bandung menjadi tempat bagi para arsitek untuk merancang bangunan dengan gaya yang dianggap modern pada zamannya. Penelitian sejarah arsitektur juga menunjukkan bahwa Bandung berkembang pesat sejak 1910-an hingga awal 1920-an dan banyak dipengaruhi karya arsitek Belanda seperti C.P. Wolff Schoemaker dan Richard L.A. Schoemaker.

Art Deco Datang Bersama Gagasan Kota Modern

Art Deco sendiri berkembang secara internasional pada awal abad ke-20. Gaya ini identik dengan bentuk geometris, garis yang tegas, simetri, serta kesan modern dan elegan.

Di Bandung, gaya tersebut mulai terlihat semakin kuat pada periode 1920-an hingga 1930-an.

Menariknya, Art Deco di Bandung tidak selalu dibuat dengan mengikuti gaya Eropa begitu saja. Para arsitek juga menyesuaikannya dengan kondisi tropis dan lingkungan lokal.

Hasilnya adalah bangunan yang terlihat modern, tetapi tetap memiliki elemen yang sesuai dengan iklim dan budaya setempat.

Salah satu contoh menarik adalah karya C.P. Wolff Schoemaker yang memadukan pengaruh Art Deco dengan ornamen lokal Nusantara. Beberapa bangunan bahkan menggunakan bentuk atau hiasan yang terinspirasi dari budaya dan arsitektur Jawa.

Kenapa Bandung Cocok dengan Art Deco?

Ada faktor lain yang membuat gaya ini berkembang cukup kuat di Bandung: kota ini sedang tumbuh.

Pada saat Art Deco populer, Bandung sedang mengalami pembangunan besar-besaran. Banyak bangunan baru dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan, perdagangan, pendidikan, perhotelan, hingga tempat tinggal.

Art Deco kemudian menjadi salah satu pilihan untuk menunjukkan bahwa Bandung merupakan kota yang modern dan mengikuti perkembangan zaman.

Jadi, kemunculan banyak bangunan Art Deco di Bandung bukan terjadi secara kebetulan. Ada hubungan antara perkembangan kota, kebutuhan bangunan baru, serta tren arsitektur yang sedang berkembang saat itu.

Bisa Dilihat di Mana Saja?

Salah satu kawasan yang paling mudah untuk melihat jejak Art Deco adalah Jalan Braga.

Di kawasan ini, deretan bangunan lama masih menjadi bagian dari suasana jalan. Beberapa bangunan juga mengalami renovasi dengan tetap mempertahankan karakter arsitekturnya.

Salah satu yang paling dikenal adalah De Majestic. Bangunan ini dirancang oleh C.P. Wolff Schoemaker dan memiliki karakter fasad Art Deco yang cukup kuat, terutama dari bentuk geometris dan komposisi bagian depannya.

Ada juga Gedung Merdeka di kawasan Asia Afrika. Bangunan ini awalnya didirikan pada 1895 sebagai Societeit Concordia, kemudian mengalami renovasi besar pada 1920-an dengan gaya Art Deco oleh C.P. Wolff Schoemaker.

Sementara itu, Kantor Pos Besar Bandung juga menjadi salah satu contoh Art Deco yang menarik. Bangunan yang selesai pada 1931 tersebut menggunakan bentuk geometris serta garis vertikal dan horizontal yang menjadi ciri khas Streamline Deco.

Bukan Cuma Soal Tampilan

Kalau melihat bangunan Art Deco sekarang, kita mungkin lebih tertarik pada bentuknya yang estetik untuk foto.

Tapi sebenarnya, bangunan-bangunan tersebut juga menceritakan bagaimana Bandung berkembang hampir satu abad lalu.

Dari bangunan pemerintahan sampai hotel, toko, bioskop, dan kantor, semuanya menunjukkan bahwa Bandung pernah mengalami perubahan besar menjadi kota modern pada masanya.

Bahkan beberapa arsitek yang berkarya di Bandung menghasilkan bangunan dengan karakter yang berbeda-beda. C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers, misalnya, sama-sama meninggalkan jejak penting dalam perkembangan arsitektur modern Bandung. Karya Aalbers antara lain dapat ditemukan pada Villa De Driekleur, Bank DENIS, Hotel Savoy Homann, serta bagian Gedung Merdeka.

Kenapa Bangunan Lama Ini Masih Menarik?

Salah satu alasan Art Deco masih menarik sampai sekarang adalah karena bentuknya cukup mudah dikenali.

Garis tegas, bentuk geometris, fasad simetris, dan permainan lengkung membuat bangunan-bangunan tersebut tetap terlihat menarik meskipun sudah berusia puluhan tahun.

Bahkan ketika kawasan di sekitarnya berubah menjadi lebih modern, bangunan lama tersebut masih bisa menjadi penanda visual sebuah kawasan.

Inilah yang membuat jalan-jalan di Bandung terasa berbeda. Kamu bisa berjalan melewati kafe, toko, atau lalu lintas kota modern, tetapi di depannya masih berdiri bangunan yang berasal dari era hampir seratus tahun lalu.

Bandung dan Identitas Art Deco-nya

Banyaknya bangunan Art Deco akhirnya menjadi salah satu bagian dari identitas arsitektur Bandung.

Kawasan Braga, Asia Afrika, Dago, hingga beberapa bagian pusat kota menunjukkan bagaimana sejarah perkembangan Bandung masih bisa dilihat melalui bentuk bangunannya.

Jadi, saat berikutnya berjalan-jalan di Bandung dan melihat bangunan tua dengan garis geometris, balkon melengkung, atau fasad yang terlihat sangat simetris, jangan buru-buru menganggapnya hanya sebagai bangunan lama.

Bisa jadi, kamu sedang melihat bagian dari cerita tentang bagaimana Bandung pernah berusaha menjadi kota modern pada zamannya.

Dan mungkin itu yang membuat wisata sejarah di Bandung menarik. Kita tidak selalu harus masuk museum untuk melihat sejarah. Kadang, cukup berjalan kaki menyusuri jalan kota dan melihat bangunan di sepanjang perjalanan.

Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *