
Saat bulan Ramadhan tiba, suasana sore di Bandung selalu terasa berbeda. Jalanan mulai ramai, taman kota dipenuhi orang yang berjalan santai, dan berbagai tempat kuliner dipadati mereka yang menunggu waktu berbuka puasa.
Banyak orang bahkan sengaja datang ke Bandung hanya untuk merasakan suasana ini. Tidak heran jika kota ini sering dianggap sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati momen ngabuburit.
Bagi 7summits Travelers yang sering mengunjungi Bandung saat bulan puasa, mungkin pernah bertanya-tanya, kenapa kota ini begitu identik dengan tradisi ngabuburit?
Asal Kata Ngabuburit dari Budaya Sunda
Istilah ngabuburit sebenarnya berasal dari bahasa Sunda. Kata ini berasal dari kata dasar burit, yang berarti waktu sore menjelang malam.
Ngabuburit kemudian diartikan sebagai aktivitas mengisi waktu di sore hari sambil menunggu datangnya waktu Maghrib. Tradisi ini awalnya sederhana, biasanya dilakukan dengan berjalan santai, berkumpul dengan teman, atau sekadar duduk di sekitar masjid.
Karena Bandung merupakan salah satu pusat budaya Sunda, istilah dan kebiasaan ini kemudian berkembang luas dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota, terutama saat bulan Ramadhan.
Dari Tradisi Kampung Menjadi Budaya Kota
Dulu, ngabuburit biasanya dilakukan di lingkungan kampung. Anak-anak bermain di lapangan, orang dewasa berkumpul di teras rumah, sementara sebagian lainnya berjalan menuju masjid.
Seiring berkembangnya kota Bandung, tradisi ini ikut berubah bentuk. Ngabuburit tidak lagi hanya dilakukan di lingkungan rumah, tetapi juga di ruang-ruang publik seperti taman kota, alun-alun, hingga kawasan kuliner.
Kini banyak orang menghabiskan waktu menjelang berbuka dengan berjalan-jalan di pusat kota, mencari takjil, atau menikmati suasana sore Bandung yang terkenal sejuk.
Bandung yang Penuh Spot Ngabuburit
Salah satu alasan kenapa Bandung begitu identik dengan ngabuburit adalah karena kota ini memiliki banyak tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu sore.
Mulai dari taman kota, kawasan heritage, hingga area kuliner yang selalu hidup menjelang waktu berbuka. Suasana ini membuat ngabuburit terasa seperti kegiatan sosial yang menyenangkan.
Bagi 7summits Travelers yang datang ke Bandung saat Ramadhan, suasana ini sering terasa lebih hidup dibandingkan hari-hari biasa. Banyak orang keluar rumah untuk menikmati udara sore sekaligus mencari makanan berbuka.
Ngabuburit yang Jadi Identitas Ramadhan di Bandung
Seiring waktu, ngabuburit tidak hanya menjadi kebiasaan masyarakat lokal, tetapi juga identitas budaya Ramadhan di Bandung.
Banyak orang dari luar kota datang untuk merasakan atmosfer sore hari di Bandung saat bulan puasa. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, berburu takjil, atau duduk di taman kota menjadi pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Bagi 7summits Travelers yang menyukai perjalanan dengan sentuhan budaya lokal, ngabuburit di Bandung bukan sekadar menunggu waktu berbuka. Tradisi ini menjadi cara sederhana untuk merasakan bagaimana kehidupan kota berjalan selama bulan Ramadhan.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
