Penjara Banceuy: Jejak Perjuangan Soekarno di Bandung

Di tengah ramainya kawasan pusat Kota Bandung, ada satu tempat yang mungkin terlihat sederhana jika hanya dilewati begitu saja. Di kawasan Jalan Banceuy, tersimpan sebuah bagian kecil dari sejarah perjuangan Indonesia: Penjara Banceuy.

Tempat ini menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Soekarno. Di sinilah Soekarno pernah ditahan oleh pemerintah kolonial Belanda dan menghabiskan waktu berbulan-bulan sebelum menjalani persidangan yang kemudian melahirkan salah satu pidato pembelaan paling terkenal dalam sejarah Indonesia, Indonesia Menggugat.

Penjara yang Dibangun pada Masa Kolonial

Penjara Banceuy dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1877. Pada masa itu, penjara ini digunakan untuk menahan kriminal sekaligus tahanan politik.

Lokasinya berada di kawasan Banceuy, tidak jauh dari pusat kota dan kawasan yang sekarang dikenal sebagai Braga. Bangunan penjara tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari sejarah perkembangan Kota Bandung pada masa kolonial.

Soekarno Ditahan di Banceuy

Cerita Penjara Banceuy tidak bisa dipisahkan dari perjalanan Soekarno sebagai tokoh pergerakan.

Pada akhir Desember 1929, Soekarno ditangkap bersama tiga rekannya dari Partai Nasional Indonesia (PNI), yaitu Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepradja. Mereka kemudian dibawa ke Bandung dan ditahan di Penjara Banceuy.

Soekarno ditempatkan di Sel Nomor 5, sebuah ruangan kecil berukuran sekitar 2,5 × 1,5 meter. Kondisinya jauh dari nyaman. Namun, ruang sempit tersebut justru menjadi tempat Soekarno mempersiapkan pembelaannya menghadapi pengadilan kolonial.

Dari Dalam Sel Lahir “Indonesia Menggugat”

Salah satu bagian paling menarik dari sejarah Banceuy adalah cerita tentang lahirnya Indonesia Menggugat.

Selama berada di penjara, Soekarno menyusun naskah pembelaan atau pledoi untuk menghadapi tuduhan pemerintah kolonial. Naskah tersebut kemudian dibacakan dalam persidangan di Gedung Landraad Bandung, yang sekarang dikenal sebagai Gedung Indonesia Menggugat.

Jadi, hubungan antara Penjara Banceuy dan Gedung Indonesia Menggugat sebenarnya sangat erat. Banceuy menjadi tempat Soekarno mempersiapkan pembelaannya, sedangkan Gedung Landraad menjadi tempat pembelaan tersebut disampaikan di hadapan pengadilan kolonial.

Penjara Lama yang Kini Tinggal Sebagian

Bangunan Penjara Banceuy yang asli tidak lagi berdiri utuh. Pada 1983, kompleks penjara dipindahkan dan kawasan lamanya kemudian berkembang menjadi area pertokoan. Namun, satu sel yang pernah ditempati Soekarno dan sebuah menara jaga tetap dipertahankan.

Sisa bangunan tersebut kemudian dijadikan situs sejarah. Pengunjung masih dapat melihat sel yang dikaitkan dengan masa tahanan Soekarno sekaligus monumen yang menceritakan perjalanan perjuangannya.

Sekarang Sudah Berstatus Cagar Budaya

Nilai sejarah Penjara Banceuy semakin diperkuat pada 2026. Pemerintah Kota Bandung menetapkan Sel Nomor 5 dan Menara Jaga Eks Penjara Banceuy sebagai bangunan cagar budaya melalui Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 646/Kep.383-Disbudpar/2026. Keputusan tersebut ditetapkan pada 14 Januari 2026 dan dipublikasikan pada Maret 2026.

Penetapan ini menunjukkan bahwa bagian yang tersisa dari Penjara Banceuy bukan sekadar bangunan lama, tetapi memiliki nilai sejarah yang penting untuk dipertahankan.

Menyusuri Sejarah Bandung dari Tempat-Tempat Kecil

Penjara Banceuy mungkin tidak sebesar Gedung Merdeka atau sepopuler kawasan Braga. Bahkan, lokasinya pun tidak langsung terlihat dari jalan utama karena berada di antara perkembangan kawasan kota.

Namun, justru di tempat sederhana seperti inilah kita bisa menemukan cerita besar tentang perjalanan Indonesia.

Berkunjung ke Penjara Banceuy bukan hanya melihat sebuah sel berukuran kecil. Kita juga bisa membayangkan bagaimana seorang tokoh pergerakan tetap menyusun gagasan dan mempersiapkan pembelaan di tengah keterbatasan.

Bagi kamu yang tertarik dengan wisata sejarah Bandung, Penjara Banceuy bisa menjadi salah satu tempat untuk melihat sisi lain kota ini. Karena di balik jalan-jalan yang ramai dan bangunan modern, Bandung masih menyimpan jejak perjuangan yang membuat sejarah Indonesia terasa lebih dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *