Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
Protes Meluas: Larangan Study Tour di Jawa Barat Picu Aksi Blokade Flyover Pasupati
Bandung, 23 Juli 2025 – Kebijakan larangan kegiatan study tour yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terus memicu gelombang protes. Puncaknya, pada Senin (21/7/2025) lalu, puluhan bus pariwisata nekat memblokade Flyover Pasupati Bandung, menyebabkan kelumpuhan lalu lintas yang signifikan dan memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama kota. Aksi ini menjadi manifestasi kekecewaan para pelaku industri pariwisata dan transportasi yang merasa sangat dirugikan oleh kebijakan tersebut.
Larangan study tour ini sebenarnya berawal dari insiden kecelakaan bus pariwisata yang menyebabkan korban jiwa di daerah lain beberapa waktu lalu. Sebagai respons, Gubernur Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan yang melarang kegiatan study tour bagi seluruh lembaga pendidikan di Jawa Barat, dengan alasan keselamatan siswa dan antisipasi risiko serupa.
Namun, kebijakan ini bak buah simalakama. Di satu sisi, bertujuan untuk melindungi keselamatan siswa, di sisi lain, ia secara langsung menghantam roda ekonomi sektor pariwisata dan transportasi, khususnya di Bandung dan sekitarnya yang sangat bergantung pada aktivitas tersebut.
Dampak Berantai pada Ekonomi Lokal
Para pengusaha bus pariwisata, agen perjalanan, penyedia akomodasi, hingga pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang biasanya menjadi destinasi study tour merasakan dampak langsung dan kerugian finansial yang besar. Pembatalan puluhan hingga ratusan pesanan study tour secara mendadak membuat pendapatan mereka anjlok drastis. Aksi blokade Flyover Pasupati menjadi teriakan keras dari sektor yang merasa tercekik. Mereka menuntut pemerintah provinsi untuk meninjau ulang kebijakan ini atau setidaknya memberikan solusi konkret agar usaha mereka tidak mati suri.
Wali Kota Bandung Berbeda Pandangan
Kontroversi kebijakan ini semakin memanas dengan adanya perbedaan pandangan antara Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung, Farhan. Meskipun Gubernur melarang total, Wali Kota Farhan mengindikasikan bahwa kegiatan study tour masih bisa dilakukan di wilayah Bandung dengan syarat-syarat dan prosedur yang lebih ketat, terutama terkait kelayakan armada bus dan standar keselamatan. Perbedaan sikap ini menambah kebingungan di kalangan sekolah, orang tua, dan pelaku usaha.
Situasi ini menyoroti dilema pelik antara prioritas keselamatan publik dan keberlangsungan ekonomi. Masyarakat berharap pemerintah dapat menemukan titik temu yang adil, memastikan keselamatan siswa tanpa mematikan mata pencaharian ribuan orang yang bergantung pada sektor pariwisata. Pembahasan lebih lanjut antara pihak-pihak terkait sangat dinantikan untuk mencari solusi terbaik bagi semua.
