
Bandung identik dengan jalanan yang ramai, kafe, pusat kuliner, dan kawasan wisata yang selalu dipenuhi pengunjung. Tapi di balik suasana perkotaannya, ada tempat-tempat yang justru menawarkan pengalaman yang sangat berbeda.
Pepohonan yang rapat, udara sejuk, suara alam, hingga pemandangan pegunungan membuat beberapa kawasan di Bandung terasa seperti berada jauh dari kota.
Padahal, semuanya masih berada di sekitar Bandung.
Kalau sedang ingin mencari tempat untuk menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan, beberapa destinasi berikut bisa menjadi pilihan.
Tahura Djuanda
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau yang lebih dikenal sebagai Tahura Djuanda merupakan salah satu kawasan hijau yang cukup luas di Bandung.
Begitu masuk ke kawasan hutan, suasananya langsung berubah. Pepohonan tinggi tumbuh di sepanjang jalur, sementara suara kendaraan dari luar perlahan tergantikan oleh suara angin dan aktivitas alam.
Yang menarik, kawasan ini tidak hanya menawarkan suasana hutan. Di dalamnya terdapat beberapa destinasi seperti Goa Jepang, Goa Belanda, dan Curug Omas.
Berjalan cukup jauh di dalam kawasan Tahura bahkan bisa membuat orang lupa bahwa lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandung.
Punclut
Puncak Ciumbuleuit atau Punclut menawarkan suasana berbeda karena berada di kawasan perbukitan.
Dari ketinggian, pengunjung dapat melihat bentang Kota Bandung. Namun ketika melihat ke arah perbukitan dan pepohonan di sekitarnya, suasananya justru terasa seperti berada di daerah pegunungan.
Udara yang lebih sejuk menjadi salah satu alasan kawasan ini banyak dikunjungi, terutama untuk menikmati pagi atau sore hari.
Meski sekarang sudah berkembang menjadi kawasan kuliner dan wisata, beberapa titik di Punclut masih menawarkan pemandangan hijau yang membuat suasana kota terasa jauh.
Bukit Moko
Kalau ingin melihat Bandung dari ketinggian, Bukit Moko bisa menjadi salah satu pilihan.
Perjalanan menuju kawasan ini akan membawa pengunjung melewati jalanan yang semakin jauh dari kepadatan pusat kota. Pepohonan dan perbukitan mulai mendominasi pemandangan.
Dari atas, Kota Bandung terlihat seperti hamparan bangunan yang luas. Pemandangan tersebut semakin menarik ketika malam tiba dan lampu-lampu kota mulai menyala.
Sementara di sekelilingnya, suasana perbukitan tetap terasa tenang.
Kontras antara keramaian kota di kejauhan dan suasana alam di tempat pengunjung berdiri menjadi salah satu daya tarik Bukit Moko.
Tebing Keraton
Masih berada di kawasan Bandung Utara, Tebing Keraton menawarkan pemandangan hutan dari ketinggian.
Di bawah titik pandang, hamparan pepohonan terlihat begitu luas. Ketika kabut turun, kawasan tersebut bahkan bisa terlihat seperti lautan hijau yang tidak berujung.
Waktu terbaik untuk menikmati suasana di sini juga sering dikaitkan dengan pagi hari, ketika udara masih dingin dan cahaya matahari perlahan muncul dari balik perbukitan.
Pemandangan seperti ini memberikan perspektif berbeda tentang Bandung. Di balik kawasan perkotaan yang padat, ternyata masih ada bentang alam yang begitu luas.
Kawasan Cikole
Sedikit keluar dari pusat Bandung menuju kawasan Lembang, suasana semakin berubah ketika memasuki Cikole.
Hutan pinus menjadi salah satu karakter kuat kawasan ini. Pohon-pohon tinggi berdiri rapat dan menciptakan suasana yang teduh.
Salah satu tempat yang populer di kawasan tersebut adalah Orchid Forest Cikole. Selain menjadi tempat untuk melihat berbagai jenis anggrek, kawasan ini juga menawarkan pengalaman berada di tengah hutan pinus.
Udara yang dingin dan suasana hijau membuat perjalanan ke Cikole terasa seperti sedang meninggalkan kawasan perkotaan.
Padahal, kawasan ini masih menjadi salah satu destinasi yang mudah dijangkau dari Bandung.
Kenapa Bandung Punya Banyak Kawasan Seperti Ini?
Keberadaan kawasan hijau dan perbukitan di sekitar Bandung tidak terjadi secara kebetulan.
Secara geografis, Bandung berada di kawasan cekungan yang dikelilingi pegunungan. Kondisi tersebut membuat wilayah di sekitar kota memiliki karakter geografis yang beragam, mulai dari dataran perkotaan hingga kawasan perbukitan.
Semakin bergerak ke arah Bandung Utara dan kawasan yang lebih tinggi, perubahan lanskap semakin terasa.
Bangunan dan jalan perkotaan perlahan berganti dengan pepohonan, kebun, perbukitan, dan udara yang lebih sejuk.
Itulah salah satu hal yang membuat pengalaman wisata di Bandung cukup unik.
Tidak perlu pergi terlalu jauh untuk menemukan suasana alam.
Bandung Punya Dua Wajah
Bandung memang punya wajah sebagai kota yang sibuk.
Ada pusat perbelanjaan, restoran, kafe, kawasan heritage, dan jalanan yang ramai oleh aktivitas masyarakat.
Tetapi Bandung juga punya wajah lain.
Wajah yang lebih hijau, lebih tenang, dan lebih dekat dengan alam.
Tahura Djuanda, Punclut, Bukit Moko, Tebing Keraton, hingga kawasan Cikole menunjukkan bagaimana perubahan suasana bisa terjadi hanya dalam perjalanan beberapa kilometer.
Mungkin itu yang membuat Bandung menarik untuk dijelajahi.
Karena terkadang, untuk merasa jauh dari kota, ternyata tidak perlu benar-benar meninggalkan kota.
Cukup mencari jalan menuju tempat yang lebih hijau, lalu biarkan suasananya membuat lupa sejenak bahwa di balik pepohonan itu, ada sebuah kota yang tetap berjalan.
Bandung identik dengan jalanan yang ramai, kafe, pusat kuliner, dan kawasan wisata yang selalu dipenuhi pengunjung. Tapi di balik suasana perkotaannya, ada tempat-tempat yang justru menawarkan pengalaman yang sangat berbeda.
Pepohonan yang rapat, udara sejuk, suara alam, hingga pemandangan pegunungan membuat beberapa kawasan di Bandung terasa seperti berada jauh dari kota.
Padahal, semuanya masih berada di sekitar Bandung.
Kalau sedang ingin mencari tempat untuk menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan, beberapa destinasi berikut bisa menjadi pilihan.
Tahura Djuanda
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau yang lebih dikenal sebagai Tahura Djuanda merupakan salah satu kawasan hijau yang cukup luas di Bandung.
Begitu masuk ke kawasan hutan, suasananya langsung berubah. Pepohonan tinggi tumbuh di sepanjang jalur, sementara suara kendaraan dari luar perlahan tergantikan oleh suara angin dan aktivitas alam.
Yang menarik, kawasan ini tidak hanya menawarkan suasana hutan. Di dalamnya terdapat beberapa destinasi seperti Goa Jepang, Goa Belanda, dan Curug Omas.
Berjalan cukup jauh di dalam kawasan Tahura bahkan bisa membuat orang lupa bahwa lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandung.
Punclut
Puncak Ciumbuleuit atau Punclut menawarkan suasana berbeda karena berada di kawasan perbukitan.
Dari ketinggian, pengunjung dapat melihat bentang Kota Bandung. Namun ketika melihat ke arah perbukitan dan pepohonan di sekitarnya, suasananya justru terasa seperti berada di daerah pegunungan.
Udara yang lebih sejuk menjadi salah satu alasan kawasan ini banyak dikunjungi, terutama untuk menikmati pagi atau sore hari.
Meski sekarang sudah berkembang menjadi kawasan kuliner dan wisata, beberapa titik di Punclut masih menawarkan pemandangan hijau yang membuat suasana kota terasa jauh.
Bukit Moko
Kalau ingin melihat Bandung dari ketinggian, Bukit Moko bisa menjadi salah satu pilihan.
Perjalanan menuju kawasan ini akan membawa pengunjung melewati jalanan yang semakin jauh dari kepadatan pusat kota. Pepohonan dan perbukitan mulai mendominasi pemandangan.
Dari atas, Kota Bandung terlihat seperti hamparan bangunan yang luas. Pemandangan tersebut semakin menarik ketika malam tiba dan lampu-lampu kota mulai menyala.
Sementara di sekelilingnya, suasana perbukitan tetap terasa tenang.
Kontras antara keramaian kota di kejauhan dan suasana alam di tempat pengunjung berdiri menjadi salah satu daya tarik Bukit Moko.
Tebing Keraton
Masih berada di kawasan Bandung Utara, Tebing Keraton menawarkan pemandangan hutan dari ketinggian.
Di bawah titik pandang, hamparan pepohonan terlihat begitu luas. Ketika kabut turun, kawasan tersebut bahkan bisa terlihat seperti lautan hijau yang tidak berujung.
Waktu terbaik untuk menikmati suasana di sini juga sering dikaitkan dengan pagi hari, ketika udara masih dingin dan cahaya matahari perlahan muncul dari balik perbukitan.
Pemandangan seperti ini memberikan perspektif berbeda tentang Bandung. Di balik kawasan perkotaan yang padat, ternyata masih ada bentang alam yang begitu luas.
Kawasan Cikole
Sedikit keluar dari pusat Bandung menuju kawasan Lembang, suasana semakin berubah ketika memasuki Cikole.
Hutan pinus menjadi salah satu karakter kuat kawasan ini. Pohon-pohon tinggi berdiri rapat dan menciptakan suasana yang teduh.
Salah satu tempat yang populer di kawasan tersebut adalah Orchid Forest Cikole. Selain menjadi tempat untuk melihat berbagai jenis anggrek, kawasan ini juga menawarkan pengalaman berada di tengah hutan pinus.
Udara yang dingin dan suasana hijau membuat perjalanan ke Cikole terasa seperti sedang meninggalkan kawasan perkotaan.
Padahal, kawasan ini masih menjadi salah satu destinasi yang mudah dijangkau dari Bandung.
Kenapa Bandung Punya Banyak Kawasan Seperti Ini?
Keberadaan kawasan hijau dan perbukitan di sekitar Bandung tidak terjadi secara kebetulan.
Secara geografis, Bandung berada di kawasan cekungan yang dikelilingi pegunungan. Kondisi tersebut membuat wilayah di sekitar kota memiliki karakter geografis yang beragam, mulai dari dataran perkotaan hingga kawasan perbukitan.
Semakin bergerak ke arah Bandung Utara dan kawasan yang lebih tinggi, perubahan lanskap semakin terasa.
Bangunan dan jalan perkotaan perlahan berganti dengan pepohonan, kebun, perbukitan, dan udara yang lebih sejuk.
Itulah salah satu hal yang membuat pengalaman wisata di Bandung cukup unik.
Tidak perlu pergi terlalu jauh untuk menemukan suasana alam.
Bandung Punya Dua Wajah
Bandung memang punya wajah sebagai kota yang sibuk.
Ada pusat perbelanjaan, restoran, kafe, kawasan heritage, dan jalanan yang ramai oleh aktivitas masyarakat.
Tetapi Bandung juga punya wajah lain.
Wajah yang lebih hijau, lebih tenang, dan lebih dekat dengan alam.
Tahura Djuanda, Punclut, Bukit Moko, Tebing Keraton, hingga kawasan Cikole menunjukkan bagaimana perubahan suasana bisa terjadi hanya dalam perjalanan beberapa kilometer.
Mungkin itu yang membuat Bandung menarik untuk dijelajahi.
Karena terkadang, untuk merasa jauh dari kota, ternyata tidak perlu benar-benar meninggalkan kota.
Cukup mencari jalan menuju tempat yang lebih hijau, lalu biarkan suasananya membuat lupa sejenak bahwa di balik pepohonan itu, ada sebuah kota yang tetap berjalan.
Bandung identik dengan jalanan yang ramai, kafe, pusat kuliner, dan kawasan wisata yang selalu dipenuhi pengunjung. Tapi di balik suasana perkotaannya, ada tempat-tempat yang justru menawarkan pengalaman yang sangat berbeda.
Pepohonan yang rapat, udara sejuk, suara alam, hingga pemandangan pegunungan membuat beberapa kawasan di Bandung terasa seperti berada jauh dari kota.
Padahal, semuanya masih berada di sekitar Bandung.
Kalau sedang ingin mencari tempat untuk menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan, beberapa destinasi berikut bisa menjadi pilihan.
Tahura Djuanda
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau yang lebih dikenal sebagai Tahura Djuanda merupakan salah satu kawasan hijau yang cukup luas di Bandung.
Begitu masuk ke kawasan hutan, suasananya langsung berubah. Pepohonan tinggi tumbuh di sepanjang jalur, sementara suara kendaraan dari luar perlahan tergantikan oleh suara angin dan aktivitas alam.
Yang menarik, kawasan ini tidak hanya menawarkan suasana hutan. Di dalamnya terdapat beberapa destinasi seperti Goa Jepang, Goa Belanda, dan Curug Omas.
Berjalan cukup jauh di dalam kawasan Tahura bahkan bisa membuat orang lupa bahwa lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandung.
Punclut
Puncak Ciumbuleuit atau Punclut menawarkan suasana berbeda karena berada di kawasan perbukitan.
Dari ketinggian, pengunjung dapat melihat bentang Kota Bandung. Namun ketika melihat ke arah perbukitan dan pepohonan di sekitarnya, suasananya justru terasa seperti berada di daerah pegunungan.
Udara yang lebih sejuk menjadi salah satu alasan kawasan ini banyak dikunjungi, terutama untuk menikmati pagi atau sore hari.
Meski sekarang sudah berkembang menjadi kawasan kuliner dan wisata, beberapa titik di Punclut masih menawarkan pemandangan hijau yang membuat suasana kota terasa jauh.
Bukit Moko
Kalau ingin melihat Bandung dari ketinggian, Bukit Moko bisa menjadi salah satu pilihan.
Perjalanan menuju kawasan ini akan membawa pengunjung melewati jalanan yang semakin jauh dari kepadatan pusat kota. Pepohonan dan perbukitan mulai mendominasi pemandangan.
Dari atas, Kota Bandung terlihat seperti hamparan bangunan yang luas. Pemandangan tersebut semakin menarik ketika malam tiba dan lampu-lampu kota mulai menyala.
Sementara di sekelilingnya, suasana perbukitan tetap terasa tenang.
Kontras antara keramaian kota di kejauhan dan suasana alam di tempat pengunjung berdiri menjadi salah satu daya tarik Bukit Moko.
Tebing Keraton
Masih berada di kawasan Bandung Utara, Tebing Keraton menawarkan pemandangan hutan dari ketinggian.
Di bawah titik pandang, hamparan pepohonan terlihat begitu luas. Ketika kabut turun, kawasan tersebut bahkan bisa terlihat seperti lautan hijau yang tidak berujung.
Waktu terbaik untuk menikmati suasana di sini juga sering dikaitkan dengan pagi hari, ketika udara masih dingin dan cahaya matahari perlahan muncul dari balik perbukitan.
Pemandangan seperti ini memberikan perspektif berbeda tentang Bandung. Di balik kawasan perkotaan yang padat, ternyata masih ada bentang alam yang begitu luas.
Kawasan Cikole
Sedikit keluar dari pusat Bandung menuju kawasan Lembang, suasana semakin berubah ketika memasuki Cikole.
Hutan pinus menjadi salah satu karakter kuat kawasan ini. Pohon-pohon tinggi berdiri rapat dan menciptakan suasana yang teduh.
Salah satu tempat yang populer di kawasan tersebut adalah Orchid Forest Cikole. Selain menjadi tempat untuk melihat berbagai jenis anggrek, kawasan ini juga menawarkan pengalaman berada di tengah hutan pinus.
Udara yang dingin dan suasana hijau membuat perjalanan ke Cikole terasa seperti sedang meninggalkan kawasan perkotaan.
Padahal, kawasan ini masih menjadi salah satu destinasi yang mudah dijangkau dari Bandung.
Kenapa Bandung Punya Banyak Kawasan Seperti Ini?
Keberadaan kawasan hijau dan perbukitan di sekitar Bandung tidak terjadi secara kebetulan.
Secara geografis, Bandung berada di kawasan cekungan yang dikelilingi pegunungan. Kondisi tersebut membuat wilayah di sekitar kota memiliki karakter geografis yang beragam, mulai dari dataran perkotaan hingga kawasan perbukitan.
Semakin bergerak ke arah Bandung Utara dan kawasan yang lebih tinggi, perubahan lanskap semakin terasa.
Bangunan dan jalan perkotaan perlahan berganti dengan pepohonan, kebun, perbukitan, dan udara yang lebih sejuk.
Itulah salah satu hal yang membuat pengalaman wisata di Bandung cukup unik.
Tidak perlu pergi terlalu jauh untuk menemukan suasana alam.
Bandung Punya Dua Wajah
Bandung memang punya wajah sebagai kota yang sibuk.
Ada pusat perbelanjaan, restoran, kafe, kawasan heritage, dan jalanan yang ramai oleh aktivitas masyarakat.
Tetapi Bandung juga punya wajah lain.
Wajah yang lebih hijau, lebih tenang, dan lebih dekat dengan alam.
Tahura Djuanda, Punclut, Bukit Moko, Tebing Keraton, hingga kawasan Cikole menunjukkan bagaimana perubahan suasana bisa terjadi hanya dalam perjalanan beberapa kilometer.
Mungkin itu yang membuat Bandung menarik untuk dijelajahi.
Karena terkadang, untuk merasa jauh dari kota, ternyata tidak perlu benar-benar meninggalkan kota.
Cukup mencari jalan menuju tempat yang lebih hijau, lalu biarkan suasananya membuat lupa sejenak bahwa di balik pepohonan itu, ada sebuah kota yang tetap berjalan.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
